Auto Barcode Generation for CorelDRAW X4 using VBA

yangBebas, yangCoding Nopember 19th, 2008

The main idea is “How to automate creation of barcode in CorelDraw?”

While creating barcode object from code is impossible, we have another trick to help.

We can repeat the `job` of manually creating barcode within a script. The barcode number is taken from a file. Here the script:

    Dim thecode As String
   
    Set MyData = New DataObject
   
    Open “c:\file-barcode.csv” For Input As #1
   
    Do While Not EOF(1)
        Line Input #1, thecode
       
        MyData.SetText thecode
        MyData.PutInClipboard
       
            With CorelScript
                .InsertOLEObject “CorelBARCODE.14″
                .OLEObjectDoVerb 0
            End With
       
            SendKeys “^{V}”, True
            SendKeys “{ENTER}”, True
            SendKeys “{ENTER}”, True
            SendKeys “{ENTER}”, True
       
        ‘MsgBox fi(0)
    Loop
       
       
    Close #1

If DataObject not exist, you can add references to `Microsoft Forms 2.0 object Library`

Before using the script You can manually create barcode, set the format, scale etc. This setting is remembered by corelDRAW for next barcode created.

Once You fix with the barcode shape and size, you can run this script and create as many as barcode you want.

But remember, this process require reasonably fast computer. And you cannot do another work while the script is runnig.

Visual Basic rasa Indonesia

yangBebas, yangUnik Nopember 19th, 2008

Ketemu ketika sedang mencari cara memasukkan barcode ke COrelDraw secara otomatis:

link

Sangat Indonesia Sekali. ^_^

Gerakan Memiskinkan Rakyat

yangBebas Oktober 13th, 2008

Apakah ada pemerintah yang peduli rakyat…? Tentu jawabannya adalah `semua pemerintah peduli rakyat`, tetapi jika ke`pedulian` itu berakibat rakyat semakin miskin… tentu kita mesti mempertanyakan `kepedulian` sang pemerintah tersebut!

Mari melihat tentang si-Kaya dan si-Miskin. Siapakah sih sebenarnya mereka…? Menurut Saya pribadi kaya dan miskin adalah tergantung dari pilihan yang seseorang punyai. Si kaya adalah orang yang mempunyai lebih banyak pilihan daripada si miskin.

Loh…? bukannya si-Kaya adalah orang yang punya lebih banyak harta..?  Anda 100% betul!!!

Tapi mari kita lihat lebih dalam lagi bahwa uang dan barang alias harta yang dimiliki si Kaya adalah sebuah bonus dari pilihan yang ia ambil.

Lalu apa hubungannya  si-Kaya dan si-Miskin, pilihan dan pemerintah…?

Mari kita simak peng-hilangan pilihan yang dilakukan pemerintah dengan judul `konversi minyak tanah ke gas`. Untuk masyarakat urban yang pastinya bertaraf ekonomi menengah ke bawah (dan terus tenggelam ke bawah) tentu tak ada pilihan lain untuk memasak selain menggunakan kompor gas.

Kan masih bisa pake kayu….??? kayu dari hongkong!!! udah nyarinya susah, pas udah dapet dan lagi enak-enak masak tiba-tiba tetangga sebelah rumah,yang rumahnya nempel persis di sebelah ngomel-ngomel soal asap item.

Nah klo mati listrik… mau pake apa hayo…? mesti pake genset kah…? walopun petromak ada, lampu minyak pun tersedia, tapi gak bisa nyala soalnya minyaknya pun gak ada.

BTW klo di HAM ada gak sih kebebasan untuk memilih, dan perlindungan terhadap ketersediaan pilihan…??? Andai saja ada.

Ternyata bukan saja pemerintah yang tega me-nyunat pilihan rakyatnya, tapi tempat hiburan pun tega menyunat pilihan pelanggannya. Dengan aneka hiasan dinding yang bertuliskan `Dilarang membawa makanan & minuman dari luar`. Misalnya di bioskop 21, dan di kolam renang grage (kemaren barusan kesana) dan Saya yakin masih banyak tempat2 lainnya.

Hilangnya pilihan berarti hilangnya membuat efisiensi. artinya bikin kita boros. Jadi tak perlu lagi ada himbauan soal penghilangan budaya konsumtif.

Alih-alih mau cinta produk dalam negeri, Buat apa…??? jika ternyata stiker made in indonesia dipasang setelah melepas stiker made in hongkong.

Perlu disadari bahwa Miskin adalah hak Rakyat, mungkin para pedjabat di sono (mungkin beliau-beliau sedang di hongkong sekarang) mengidentikkan Rakyat==Miskin, jadilah mereka tetap mengusahakan agar Rakyat tetap seperti itu.

Salam

Rp 500 untuk sebuah `Terima Kasih`

yangBebas Oktober 11th, 2008

Siang tadi saat semuanya sedang jumatan, Saya melaju menggunakan sepeda motor hendak menuju toko obat di sekitar pasar kanoman Cirebon. Mata melirik pada jarum penunjuk kapasitas tangki bensin… wah ternyata saatnya diisi nih.

Pikiranpun mulai memetakan dimanakah kira-kira ada sebuah pom bensin yang searah dengan toko yang dituju. OK dapet! di pertigaan kesunean.

Namun sayang ternyata pom bensin sedang tutup karena karyawannya mungkin lagi pada jumatan. Dengan harap-harap cemas melihat jarum yang kian merosot mata pun tak hentinya melirik kanan-kiri di sepanjang jalan merdeka barangkali ada yang jualan bensin eceran di pinggir jalan.

Nihil… Sampai toko obat tak ada satupun penjaja bensin eceran yang ditemui. Selepas mendapatkan obat yang diperlukan kembali kupacu si `spemot`  (sepeda motor) menyusuri jalanan menuju rumah.

Dari kejauhan kulihat botol2 berisi cairan kuning yang di tata dalam sebuah rak.  Wah tukang bensin nih pikirku, segera ku hampiri dan ku parkirkan spemot di dekat situ. Tampak seorang perempuan muda segera menghampiri langsung saja kubilang `bensin satu mbak…`. Dengan sigap ia mengambil satu botol beserta sebuah corong dan memasukkannya ke tangki bensin spemot-ku yang telah kubuka.

Tanpa tanya berapa harganya langsung ku kasih satu lembar pecahan Rp. 10 .000,- an. Karena biasanya harga di eceran untuk satu liter bensin adalah 6500. Namun aku agak terkejut saat dia menyerahkan kembaliannya yang hanya 3 lembar pecahan 1000an sambil berkata `makasih ya`.

Dua hal yang agak berbeda dari yang biasanya. Pertama harga bensinnya itu ternyata Rp. 7000 dan yang kedua penjualnya bilang terima kasih. Secara sekarang Jarang-jarang yang jualan bilang makasih sambil tersenyum pada pelanggan asingnya.

Menurut aku tak masalah-lah memberikan sebuah nilai pada keramahan. contohnya ya itu tadi, jika mau di hitung artinya Rp 500 dari harga yang 7000 adalah untuk keramahan si mbak.

Bagaimana dengan Anda… Apakah bersedia membayar untuk sebuah pelayanan yang ramah…?

GDM bilang `cannot Authenticate`

yangLinux September 24th, 2008

Deskripsi:

Setelah booting dan muncul GDM seperti biasa saya masukkan username dan password. username yang benar muncul error Cannot Authenticate, Setelah dipikir2 sebelumnya saya telah menghapus paket likewise-open. Mungkin ini yang jadi penyebabnya.

Masalah:

Jika Anda login  menggunakan konsol (msl: teken F2) dan login, maka dia bilang `module is unknown`, Secara singkat bisa dikatakan bahwa modul pam (authentication) tidak ada dalam sistem. tapi sebetulnya paket libpam-modules dan libpam-runtimedalam kasus saya masih ada dalam repository.

Solusi:

Login menggunakan recovery mode. Saya coba reinstall libpam-modules dan libpam-runtime ternyata sia-sia saja. Silakan remove kedua paket tersebut dengan dpkg:

#  dpkg –force-all –purge libpam-modules
#  dpkg –force-all –purge libpam-runtime

lalu hapus semua konfigurasinya

# rm -rf /etc/pam.d/
# rm -rf /lib/security
silakan coba login

#login

seharusnya sih sudah ok. Selesaikan dengan menghidupkan ulang (restart) komputer Anda.

Policy bukanlah kebijakan

yangBebas, yangSantai September 19th, 2008

“Bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan  untuk sebesar-besar kemakmuran Rakyat secara adil dan merata”

Jika dan hanya jika sebuah keputusan Negara telah memenuhi satu kalimat itu bolehlan keputusan itu di beri label `Kebijakan`.

Akan terasa aneh jika ternyata yang di sebut-sebut kebijakan adalah penyebab utama minyak tanah langka, sehingga terpaksa beli gas, yang tentu saja tak dapat di isi separuh saja ketika ternyata dana di dompet yang tak pernah diganti sejak hari pernikahan dulu telah terlebih dahulu dibelanjakan sepotong… hanya sepotong paha ayam yang tak terlalu besar untuk si kecil yang sedang tersenyum dijanjikan makan enak sore ini.

Belum lagi ada cemas yang hinggap di hati tatkala pergi, takut akan anak istri tak bisa selamat dari kobaran api jika suatu hari si tabung kecil, yang walaupun kecil telah menghanguskan sebuah kampung - menurut berita sore tadi.

Ketika itu harus dibilang sebuah kebijakan, kenapa harga minyak tak lalu segera turun setelah harga minyak dunia anjlok.

Apa jadinya jika tak ada hal yang bijak dalam lembaran surat yang di edarkan dan dikenal sebagai sebuah kebijakan…? Jika semuanya sudah terlambat, Paling hanya bisa menyeru ketika ternyata masyarakat tak lagi mau  menunggu keajaiban bahwa pemerintahnya tak lagi mengulur-ulur waktu untuk mensejahterakan rakyatnya.

Rakyat ini bukan orang bodoh, daripada berlarut-larut mengurusi hal yang tak juga selesai, misal kenyamanan kereta api dan bus, lebih baik mandiri dengan membawa motor sendiri-sendiri.

Toh ketika ajal menghampiri, para pejabat disana yang katanya peduli rakyat tak akan datang ke rumah walau hanya sekedar melayat. Paling juga hanya berkata prihatin atas kasus semacam itu dan berkata bla..bla..bla.. yang tak juga bisa menyelesaikan masalah

Masih banyak yang so-called kebijakan sama sekali tidak memenuhi hanya 1 kalimat diatas.

Apalagi naga-naganya sedang ada pembenaran tuch.. teori dan presentasi silakan dibuat semenarik mungkin, tapi liatlah apa yang ada di lapangan, lagi-lagi siapa yang dirugikan?

Jadi masih pantaskah  terjemahan policy adalah kebijakan (kebijaksanaan) ???

Tak ada yang diam

yangSantai September 19th, 2008

Gemericik hujan yang menghujam keras daratan kering sore itu, Dengan seketika menghentikan  langkah-langkah kaki yang sedari pagi hilir mudik tak pernah berhenti berjalan. Sejenak semuanya senyap dari suara-suara yang biasa, tergantikan letupan-letupan kecil air hujan yang seakan telah rindu pada tanah kering.

Saat itu seorang gadis remaja duduk termenung dibelakang tembok kaca rebuah restoran. Seakan tak mengerti, dia tak lepaskan sekejap pun pandangannya dari tetes-tetes hujan yang jatuh didekatnya. Sambil sesekali meminum sedikit coklat hangat yang terhidang di mejanya.

Dalam pikirannya terbayang langkah kaki kecilnya dulu diantara derasnya hujan. Seketika ia pun tersenyum lirih. Entah sudah berapa lama ia tak merasakan lagi butiran-butiran dingin itu menyentuh kulitnya apalagi membasahi seluruh tubuhnya.

Tak berapa lama suasana mulai berubah, suara gemericik itu kini mulai menjauh, tergantikan lagi oleh suara derap langkah kaki yang seakan marah karena tertahan oleh rintik-rintik hujan.

Seakan tak ada yang diam, kini waktu pun memaksanya untuk pergi, meninggalkan lamunan akan kenangan-kenangan manisnya. Dengan malas ia lalu melirik jam yang terkait manis di lengan kirinya.

“Ouch….”, hanya ucapan itu sebelum akhirnya suara high heel sang gadis ikut menambah ramainya siang itu.

Mabok setting eth

yangBebas, yangLinux Agustus 19th, 2008

karena sesuatu dan lain hal kompie yang bertugas jadi proksi harus diganti.

Motherboard yang semula ECS yang berprosessor Athlon 700, digantikan motherboard lain yang ber boot-splash IBM berchipset sis dan berprosessor Celeron 900.

Si mobo baru punya onboard ethernet card sendiri.

Awalnya bingung sama penamaan eth0, eth1 nya, tapi setelah lirik ke sanadan ke sini ketemu juga cara ngesetnya di ubuntu dapper 6.06.1 LTS gw. Yaitu set mac nya di /etc/iftab

Kuputuskan kupasang hanya 1 ethernet tambahan saja yang akan menjadi eth1, dan eth0 nya akan kubiarkan pake yang onboard. Singkatnya setelah setting all up, dan coba ping ke sana dan ke ke sini sukses, maka diboyonglah kompie proksie ybs ke tempatnya.

Tapi malangnya nasib proksi, eth0 (yang onboard) berfungsi normal, ping ok. tapi yang eth1 (realtek tipe lama, yang ada colokan bnc) mandeg. cobain gini dan gitu, akhirnya pake ifconfig dia bisa jalan. yo wis tak tinggal kan saja, daku remot sajalah dari atas sana.

Ternyata e ternyata, koneksinya slowly abiss.. coba otak-atik dari atas sini, Diya malah DisConnect :’-(

Singkat kata kuboyong dan kuganti ethernet cardnya, masih pake realtek tapi gak punya port bnc, kupasang di slot pci yang masih perawan. dicek ping sana ping sini, ok. akhirnya kuboyong lagi ke tempatnya.

Tapi apa mau dikata, masih mandeg tuh eth1 nya. kabel dan yang lainnya gak masalah. secara kabel yang kucolok ke eth1 itu sebelomnya direct to modem speedy.

UPDATE:
Sepertinya masalah ada di kabel UTP yang kurang kuenceng, mesti di Crimping ulang, sayang Krimpingannya teu aya.

Mengulang apa yang Saya lakukan

yangLinux Agustus 14th, 2008

Ada kalanya butuh untuk menggerakan mouse, memijit kibor. Menggerakan mause lagi memijit kibor lagi, mengulang lagi, lagi dan lagi. Bukan pekerjaan yang susah memang, tapi menurut saya adalah pekerjaan yang membosankan.

Dogtail sepertinya ditujukan untuk itu, tapi rupanya masih banyak yang mesti dibenahi deh.

Saya coba install pada ubuntu Hardy nampaknya masih belum bisa berjalan dengan sempurna.

Barangkali ada yang tahu aplikasi serupa yang berjalan baik di ubuntu?

ditunggu infonya ya.

TIA

Cari Notebook Core 2 Duo Murah

yangBebas Juli 26th, 2008

Kemaren, iseng2 cari jajaran notebook berprosessor Core 2 Duo yang murah-meriah dari bhinneka yang menurut saya pribadi layak jadi pertimbangan. Cukup mengejutkan bagi saya pribadi, ternyata setiap vendor seakan-akan mecontek spek vendor lainnya, bisa diliat dari beberapa vendor yang mengusung notebook berprosessor T5550.

Dan rupanya konsumen mesti lebih jeli, yang saya temukan ada 2 prosessor yang spek FSB di bhinneka berbeda dengan yang di lansir intel.

Tulisan ini hanyalah pendapat seorang customer saja. tidak ada tendensi untuk memberi kesan negatif terhadap pihak manapun.

berikut hasil penelusurannya:

Intel® Core™ 2 Duo Processor T5750 (2.0 GHz, FSB 800, Cache 2 MB)
Spek FSB yang ditulis adalah 800, tapi ternyata di website intel menyatakanhanya  667 MHz
5750    2 MB L2    2 GHz    667 MHz        nggak support Intel Virtualization

Compaq Presario V3908 Rp 7,695,000
Core 2 Duo T5750, 1GB DDR2, 160GB HDD, DVD±RW,
56K Modem, NIC, WiFi, Bluetooth, VGA Intel GMA X3100 (shared),
Camera, 14.1″ WXGA, Non OS

=> vendor yang lainnya pada kelaut untuk  T5750, atau mungkin di bhinneka tidak menyediakan

Intel® Core™ 2 Duo Processor T5550 (1.83 GHz, FSB 667, Cache 2 MB)
T5550    2 MB L2    1.83 GHz    667 MHz    nggak support Intel Virtualization

BYON M31W Rp 5,950,000 chipset sis
Core 2 Duo T5550, 1GB DDR2, 160GB HDD, DVD±RW,
56K Modem, NIC, WiFi, VGA 256MB (shared), Camera, 14.1″ WXGA, Non OS

Axioo Neon TVW8162 Black Rp 6,395,000 chipset via
Core 2 Duo T5550, 1GB DDR2, 160GB HDD, DVD±RW,
56K Modem, NIC, WiFi, VGA 256MB (shared), Camera, 14.1″ WXGA, Non OS

Acer Aspire 4920-5A1G16Mi Rp 7,699,000
Core 2 Duo T5550, 1GB DDR2, 160GB HDD, DVD±RW,
56K Modem, GbE NIC, WiFi, Bluetooth, VGA Integrated 384MB (shared),
Camera, 14.1″ WXGA, Win Vista Home Premium

Lenovo ThinkPad R61i A54 Rp 7,999,000
Core 2 Duo T5550, 512MB DDR2, 160GB HDD, DVD±RW,
56K Modem, GbE NIC, WiFi, Bluetooth, VGA Intel GMA X3100 256MB (shared),
14.1″ WXGA, Non OS -  FREE Norton AntiVirus 2008 (SKU00507184)

=> Ternyata Axioo lebih mahal daripada byon ya.  vendor yang lainnya juga pada kelaut kali untuk  T5550, ato mungkin di bhinneka tidak menyediakan

Intel® Core™ 2 Duo Processor T5450 (1.66 GHz, FSB 800, Cache 2 MB)
Cukup menarik, secara ASUS gitu loh :-) emang knp asus??? ya gpp juga sich :-p

Tapi yang ini juga FSB nya cuma 667 bukan 800

ASUS F5RL Rp 6,995,000
Core 2 Duo T5450, 512MB DDR2, 120GB HDD, DVD±RW,
56K Modem, NIC, WiFi, VGA ATI Radeon X1100M 256MB (shared),
Camera, 15.4″ WXGA, Non OS - FREE Asus USB Optical Mouse

liat-liat harga di situs vendor, misal dell ato sonystyle, keliatannya ada yang murah-meriah. tapi pas cari di estore-estore di mari nggak nemu. Misalnya Vaio CR yang di web sono `Starting at $869.99` nggak ketemu harga dengan spek yang kira2 seimbang. Apakah pajak notbuk gede yah…?