Gerakan Memiskinkan Rakyat

yangBebas Oktober 13th, 2008

Apakah ada pemerintah yang peduli rakyat…? Tentu jawabannya adalah `semua pemerintah peduli rakyat`, tetapi jika ke`pedulian` itu berakibat rakyat semakin miskin… tentu kita mesti mempertanyakan `kepedulian` sang pemerintah tersebut!

Mari melihat tentang si-Kaya dan si-Miskin. Siapakah sih sebenarnya mereka…? Menurut Saya pribadi kaya dan miskin adalah tergantung dari pilihan yang seseorang punyai. Si kaya adalah orang yang mempunyai lebih banyak pilihan daripada si miskin.

Loh…? bukannya si-Kaya adalah orang yang punya lebih banyak harta..?  Anda 100% betul!!!

Tapi mari kita lihat lebih dalam lagi bahwa uang dan barang alias harta yang dimiliki si Kaya adalah sebuah bonus dari pilihan yang ia ambil.

Lalu apa hubungannya  si-Kaya dan si-Miskin, pilihan dan pemerintah…?

Mari kita simak peng-hilangan pilihan yang dilakukan pemerintah dengan judul `konversi minyak tanah ke gas`. Untuk masyarakat urban yang pastinya bertaraf ekonomi menengah ke bawah (dan terus tenggelam ke bawah) tentu tak ada pilihan lain untuk memasak selain menggunakan kompor gas.

Kan masih bisa pake kayu….??? kayu dari hongkong!!! udah nyarinya susah, pas udah dapet dan lagi enak-enak masak tiba-tiba tetangga sebelah rumah,yang rumahnya nempel persis di sebelah ngomel-ngomel soal asap item.

Nah klo mati listrik… mau pake apa hayo…? mesti pake genset kah…? walopun petromak ada, lampu minyak pun tersedia, tapi gak bisa nyala soalnya minyaknya pun gak ada.

BTW klo di HAM ada gak sih kebebasan untuk memilih, dan perlindungan terhadap ketersediaan pilihan…??? Andai saja ada.

Ternyata bukan saja pemerintah yang tega me-nyunat pilihan rakyatnya, tapi tempat hiburan pun tega menyunat pilihan pelanggannya. Dengan aneka hiasan dinding yang bertuliskan `Dilarang membawa makanan & minuman dari luar`. Misalnya di bioskop 21, dan di kolam renang grage (kemaren barusan kesana) dan Saya yakin masih banyak tempat2 lainnya.

Hilangnya pilihan berarti hilangnya membuat efisiensi. artinya bikin kita boros. Jadi tak perlu lagi ada himbauan soal penghilangan budaya konsumtif.

Alih-alih mau cinta produk dalam negeri, Buat apa…??? jika ternyata stiker made in indonesia dipasang setelah melepas stiker made in hongkong.

Perlu disadari bahwa Miskin adalah hak Rakyat, mungkin para pedjabat di sono (mungkin beliau-beliau sedang di hongkong sekarang) mengidentikkan Rakyat==Miskin, jadilah mereka tetap mengusahakan agar Rakyat tetap seperti itu.

Salam

Rp 500 untuk sebuah `Terima Kasih`

yangBebas Oktober 11th, 2008

Siang tadi saat semuanya sedang jumatan, Saya melaju menggunakan sepeda motor hendak menuju toko obat di sekitar pasar kanoman Cirebon. Mata melirik pada jarum penunjuk kapasitas tangki bensin… wah ternyata saatnya diisi nih.

Pikiranpun mulai memetakan dimanakah kira-kira ada sebuah pom bensin yang searah dengan toko yang dituju. OK dapet! di pertigaan kesunean.

Namun sayang ternyata pom bensin sedang tutup karena karyawannya mungkin lagi pada jumatan. Dengan harap-harap cemas melihat jarum yang kian merosot mata pun tak hentinya melirik kanan-kiri di sepanjang jalan merdeka barangkali ada yang jualan bensin eceran di pinggir jalan.

Nihil… Sampai toko obat tak ada satupun penjaja bensin eceran yang ditemui. Selepas mendapatkan obat yang diperlukan kembali kupacu si `spemot`  (sepeda motor) menyusuri jalanan menuju rumah.

Dari kejauhan kulihat botol2 berisi cairan kuning yang di tata dalam sebuah rak.  Wah tukang bensin nih pikirku, segera ku hampiri dan ku parkirkan spemot di dekat situ. Tampak seorang perempuan muda segera menghampiri langsung saja kubilang `bensin satu mbak…`. Dengan sigap ia mengambil satu botol beserta sebuah corong dan memasukkannya ke tangki bensin spemot-ku yang telah kubuka.

Tanpa tanya berapa harganya langsung ku kasih satu lembar pecahan Rp. 10 .000,- an. Karena biasanya harga di eceran untuk satu liter bensin adalah 6500. Namun aku agak terkejut saat dia menyerahkan kembaliannya yang hanya 3 lembar pecahan 1000an sambil berkata `makasih ya`.

Dua hal yang agak berbeda dari yang biasanya. Pertama harga bensinnya itu ternyata Rp. 7000 dan yang kedua penjualnya bilang terima kasih. Secara sekarang Jarang-jarang yang jualan bilang makasih sambil tersenyum pada pelanggan asingnya.

Menurut aku tak masalah-lah memberikan sebuah nilai pada keramahan. contohnya ya itu tadi, jika mau di hitung artinya Rp 500 dari harga yang 7000 adalah untuk keramahan si mbak.

Bagaimana dengan Anda… Apakah bersedia membayar untuk sebuah pelayanan yang ramah…?

Refleksi Preambule UUD ‘45

yangBebas Juni 19th, 2008

Silakan dibaca lagi dan di resapi apa makna yang ditorehkan dalam sekelumit untaian kata2 yang walau hanya singkat saja tetapi merupakan cermin bangsa Indonesia dalam memaknai hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

UNDANG­UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN ( P r e a m b u l e )

Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala  bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri­kemanusiaan dan peri­keadilan.
Dan  perjuangan  pergerakan  kemerdekaan  Indonesia  telah  sampailah kepada  saat  yang  berbahagia  dengan  selamat  sentausa  mengantarkan  rakyat Indonesia  ke  depan  pintu  gerbang  kemerdekaan  Negara  Indonesia,  yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas  berkat  rakhmat  Allah  Yang  Maha  Kuasa  dan  dengan  didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.
Kemudian  dari  pada  itu  untuk  membentuk  suatu  Pemerintah  Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,  dan  ikut  melaksanakan  ketertiban  dunia  yang  berdasarkan kemerdekaan,  perdamaian  abadi  dan  keadilan  sosial,  maka  disusunlah Kemerdekaan  Kebangsaan  Indonesia  itu  dalam  suatu  Undang­Undang  Dasar Negara  Indonesia,  yang  terbentuk  dalam  suatu  susunan  Negara  Republik Indonesia  yang  berkedaulatan  rakyat  dengan  berdasarkan  kepada  Ketuhanan Yang Maha  Esa,  Kemanusiaan Yang Adil dan  Beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan,  serta  dengan  mewujudkan  suatu  Keadilan  sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tentu masih segar dalam pikiran walau mungkin sudah sangat lama berlalu, ketika masa SMA duduk di dalam kelas. Ketika bapak/ibu guru menerangkan pelajaran, kadang kita menulis hal2 yang penting yang dikatakan beliau, sesekali menggarisbawahi / men-stabilo buku cetak yang kita punya hal2 yang menjadi point utama dalam pembahasan.

Ketika Saya hendak mencari apa sih yang menjadi hal utama dalam Pembukaan UUD 45, terus terang Saya bingung kalimat manakah merupakan hal utama. Saya melihat bahwa Pembukaan UUD 45 sungguh sarat dengan makna pada setiap kata nya.

Mari mencermati alinea ke 4, alinea yang paling panjang tetapi penuh makna. Alinea ke empat merupakan amanat dari sesepuh para pendiri bangsa. Silakan dibaca setidaknya 5 kali lagi silakan di renungkan setiap `penggalan kata` didalamnya dengan keadaan bangsa ini sekarang.

Mari lebih mengerti bangsa sendiri. jangan sampai ego sendiri menjadikan `Kemanusiaan yang Tidak Adil dan Biadab, Pertempuran diantara orang Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh orang yang cuma cari nikmat tanpa memiliki kebijaksanaan dan menempatkan musyawarah sebagai formalitas. dan hanya membela keadilan untuk kelompoknya`

Bangsa ini telah merdeka, namun adakah hati dan pikiran Anda sudah merdeka dari ego dan nafsu?

Salam

Angkat Topi buat Pak Polisi

yangBebas Juni 4th, 2008

Hari ini FPI kena batunya, digiring Aparat.

FPI Surabaya dibubarin Bapaknya Ketua FPI Surabaya. Kliatannya bapaknya itu nggak suka anaknya jadi ketua FPI deh.

Bagus pak.  FPI selama ini sudah banyak meresahkan Warga.

Bubarkan Saja FPI, karena nama dan kelakuannya nggak sama.

Antara Harga dan Kualitas

yangBebas Juni 2nd, 2008

Kecuali lu nggak ditipu orang, maka teori harga = kualitas itu berlaku.

Coba beberapa tipe laptop, dari yang murah sampe yang agak mahal. dari segi performa, kestabilan dan kemudahan mencari driver ternyata sebanding dengan harga barang tersebut.

Semakin OK kualitas sebuah laptop, semakin OK pula harga yang ditawarkan.

Jadi buat yang dananya hanya dalam kategori ‘cukup’ untuk membeli sebuah laptop (seperti saya ini). Maka konsekuensinya harus lebih hati2 dalam penggunaannya, alias jangan keseringan dibanting2 ^_^

Kadang bertanya lebih sulit daripada menjawab pertanyaan

yangBebas Mei 29th, 2008

Alkisah ingin mengetahui soal bikin thread di C++ builder itu bagaimana, daku membuka satu halaman google.com. lalu daku mengetik `thread C++ builder`, dan tra…la..la… berjuta-juta jawaban yang muncul dari 3 kata yang daku ketikkan.

yah.. begitulah, Jika ternyata informasi sudah sedemikian banyaknya. Maka bukan satu pekerjaan mudah untuk mencari sebatang lidi di antara tumpukan jerami.

Tapi sebetulnya bukan hanya disitu saja. Dalam keseharian juga,  apabila kita ingin bertanya  kita harus berfikir dulu apa kira-kira imbas dari pertanyaan yang akan kita lontarkan. Jangan sampai pertanyaan kita walaupun kita tidak berniat, namun membuat orang lain sakit hati.

Cara bertanya yang berbeda akan menghasilkan jawaban yang berbeda pula. Dan ternyata bukan kesalahan si Penjawab jika ternyata jawaban yang diberikan mungkin tidak sesuai dengan harapan kita.