Gus Dur dan Sang Guru
Sabtu, Maret 20th, 2010
Patung Gus Dur
Sebagai umat buddhis, seketika setelah melihat foto diatas cukup heran.. “koq ada yah…”
Saya tidak dalam posisi menentang atau mendukung pembuatan patung yang mirip patung siddharta gautama dengan muka KH. Abdurrahman Wahid.
Mengenai sedikit kontraversi “itu”, mungkin saya boleh rangkumkan beberapa hal sbb:
Soal Tuhan YME dalam ajaran Gautama
Ketahuilah para Bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila Tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para Bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu.
Memang absurd jika kita liat pertama kali, karena memang tidak ada sesuatu/seseorang yang di-anggap Tuhan. Yang dikenal adalah sutu kondisi dimana seseorang itu tidak lagi mengalami proses hidup.
Saya tidak ingin memulai perdebatan tanpa akhir tentang ketuhanan, Saya hanya ingin mengemukakan landasan berfikir saya kenapa saya kurang sepakat dengan sikap PATRIA yang “katanya” menentang pembuatan patung Gus Dur mirip patung siddharta.
Gautama untuk para muridnya yaitu umat buddha adalah sosok seorang guru. Kenapa ada patung gautama di vihara[1], tak lain untuk membantu umat agar bisa lebih konsentrasi belajar dhamma. dan bukan untuk di sembah2 layaknya berhala.
Jadi menurut saya pribadi, rupa patung gusdur yang begitu itu memang identik dengan rupa patung gautama versi indonesia. Silakan saja untuk yang menghormati gus dur dengan cara tersebut.
**begitu mungkin buddha menurut pandangan Saya.
[1] baca: wihara, huruf w dlm bahasa pali ditulis v
–fin


