ipad itu untuk…

Februari 6th, 2010

ipad-vincent

ipad itu lebih cocok untuk vincent!

namun mesti ganti OS jadi ubuntu, soalnya banyak aplikasi ubuntu yang dia sering pake.

Vincent Facts:

Nama: Vincent Hardiansyah Lim
Lahir: 26, Mei 2006
Primary OS: Ubuntu 9.10
Secondary OS: Windows XP SP 3
Application Used:
- Gcompris
- Firefox
- Inkscape
- Games: jigzo, tetravex, same gnome, gnometris, frozen bubble, dll
- Ketualaran maminya, sekarang maen Perfectworld Indonesia. Lebih sering Foxlady yang  udah lv 20, kadang maenin char py papi maminya jg. Kalo ada yg liat char jalan2 gak keru-keruan mungkin itu vincent yg maen. — Dia suka banget naik ke puncak gunung yg tinggi….

Site Browsed:
- thomasandfreinds.com
- nickjr.com
- google - to search games
- flash game sites.

–fin


Si Lebay yang Melanggar Etika

Februari 4th, 2010

Rupanya aksi yang sangat sederhana itu mendapat perhatian yang cukup serius. Seekor kerbau yang di tulisi Si BuYa, bisa di interpretasikan SBY, atau BUAYA. Si BuYa ini memang memajang foto SBY di bokongnya. Hal yang menarik adalah bokong kerbau itu sekarang menjadi pembicaraan yang cukup panas.

Lalu apakah salah jika seseorang dan atau suatu pihak meng-identikkan Si BuYa itu dengan sosok yang terpampang di bokong sang kerbau, yaitu SBY. Sebelum berpikir Macam-Macam, mari kita cermati tentang interpretasi dengan identifikasi.
Lalu kita kaitkan dengan rasa humanisme kita.

Berkaca pada perilaku anak saya yang masih balita, Jika dia sedang marah dan merasa dirinya tak diperhatikan dan atau keinginannya tak dikabulkan. Ia pun akan berontak. Jika Menangis dianggapnya bukan lagi solusi yang cerdas, ia pun lantas ber-improvisasi dengan berbagai hal, mulai dengan membanting mainannya, menggigit hingga melempar sesuatu.

Si BuYa itu kalo menurut saya adalah sebuah bentuk kekesalan terhadap fenomena-fenomena aneh yang terjadi di kancah politik negeri ini. Kenapa orang kini lebih peduli pada hal-hal praktis, daripada esensinya. Kenapa orang lebih peduli pada Pembelian mobil mewah, tanpa ada pemahaman yang jelas dengan kegunaannya. Lebih penting mana mencermati laptop baru atau kebijakan tentang perdagangan bebas.

Ada lagi hal yang menurut saya aneh, penggunaan istilah di serang dan menyerang. Bagi saya yang Awam politik tentu konotasi serang dan diserang itu bagai dalam kancah peperangan. Artinya ada yang benar dan ada yang salah. Kalo menurut saya pribadi alangkah baiknya istilah itu diganti saja jadi ‘kritik’ dan ‘di-kritik’, kalo serang-menyerang tentu ada kawan-ada lawan. Kalo kritik-mengkritik artinya semuanya adalah satu tapi ada beberapa hal yang kurang sesuai/pada tempatnya.

Flashback lagi ke belakang tentang nilai-nilai gotong-royong yang diajarkan mulai saya SD, yang kini nampaknya telah punah di lingkaran pemerintahan. Yang nampak kini hanyalah gotong royong berlandaskan materi, alias korupsi.

Kembali ke masalah kerbau, apakah semua pihak kini mempunyai etika yang baik? apakah Etika sby sudah terbilang baik sehingga bisa mempermasalahkan etika si pembawa kerbau? apakah Etika pembawa kerbau adalah hal yang wajar dalam menghadapi situasi sekarang? Apakah lantas kita semua tidak merasa sedang menonton dua anak kecil yang sedang ejek-ejekan…?

Apa jadinya kalo mendiang GusDur berkomentar soal ini, ‘Gitu aja koq lebay….’

Buaya-nya lebay, Cicak nya lebay, sekarang kebo ikutan lebay…
akh Indonesia ini semakin lebay saja, kecuali tentang pembabatan hutan, yang satu itu tak pernah lebay.. mbok ya diurusi kerusakan-kerusakan hutan yang pada akhirnya akan menyengsarakan tak hanya rakyat Indonesia.

STOP L3b4Y!

–fin


Merangkai Nama Bayi

Januari 29th, 2010

Waktu liat-liat daftar nama2-nama bayi, dan bacain tips merangkai nama bayi yang indah. Aku liat banyak cara orang untuk membuat nama yang sesuai dengan yang mereka inginkan.

Ada yang membuat nama bayi itu berdasarkan kata2 yang indah lalu digabung menjadi satu kesatuan. ada yang gabungan dua nama ortunya. Ada yang nyari dari nama tokoh besar dll.

Ternyata ada tradisi dalam hal pemberian nama, Misal ada yang harus menempatkan nama keluarganya (misal: chun lee), ada juga yang menempatkan nama daerah darimana dia berasal (misal: joko van bandung << nama belanda di indonesiakan ^.~)

Lalu cara manakah yang Anda gunakan?

Semuanya kembali ke- bagaimana kita ber-masyarakat dan mungkin secara tidak langsung berkaitan dengan ideologi yang dianut.

klo menganut Feodal, mesti ada nama keluarganya
klo menganut Demokrasi, nama bapak sama emak nya digabung
klo menganut NeoLib, nama bule dari awal sampe akhir.

**hehe jadi ngelantur**

ya sudah, sing penting nama itu mudah di ingat, mudah di ucap, mudah di tulis dan punya arti baik dan netral.

Jangan sampe nama Bayi Anda seperti: lina_2010, dewa_asmara, c0_tulen, c3_k3s3p14n atau semacamnya **ngelanturlagi…hehemaapyah**

–fin


I`ts all about MindSet

Januari 29th, 2010

Jika ada pertanyaan, mengapa begini? apakah tidak lebih baik begitu. Semuanya tergantung dari cara berfikir si Individu ybs.

Jika hidup ingin berubah, mulailah dengan ubah cara berpikir. Karena itu akan menentukan segalanya.

Bagaikan OS/Aplikasi yang salah setup, otak pun kalo salah settingan akan berdampak buruk pada performa hidup kita.

yuk mari menata pikiran menjadi lebih baik


The Zen of Python itu…

Januari 22nd, 2010

Melanjutkan tentang The Zen if Python yang kemarin saya posting, berikut beberapa hal menurut pendapat saya.

Eksplisit adalah lebih baik daripada implisit.

Misal saya mau benerin sepeda motor yang mulai ngga enak dipake, saya bilang ke montirnya “Mas, tolong cek karburator, oli sama rem nya”, daripada cuma bilang “Mas motor saya tolong benerin dong”

Begitu pula kalo di milis, lebih tertarik untuk membaca& menjawab email yang subjeknya “Apa sih bedanya Linux & Windows”, daripada “Mau tanya soal linux & windows”

Sederhana adalah lebih baik daripada kompleks.

Coding yang sederhaha itu lebih mudah untuk di-debug, dicari kesalahan logika-nya (misal), daripada yang njelimet.

Kompleks lebih baik daripada rumit.

Jika memang domain masalah yang dihadapi banyak, kita mesti bisa memilah-milah dan membagi masalah menjadi beberapa masalah yang lebih kecil. Jangan dibikin semua masalah diselesaikan dalam satu solusi.

Flat (datar) lebih baik daripada bersarang.

Itulah kenapa ada yang namanya switch-case , kita akan pusing dibuat oleh if-else yang terlalu banyak.

Jarang lebih baik daripada padat.

Coding yang mepet2, ngga ngasi ruang untuk spasi, membuat source-code sulit untuk dibaca. Berilah komentar sewajarnya, jeda antara fungsi sewajarnya.  Biarlah coding optimizer pada compiler/interpreter yang mengurusi soal lainnya

Kasus khusus tidak cukup istimewa untuk melanggar aturan.

Kalo bahasa di benak saya mungkin: Policy (kebijakan), kebijakan pada suatu aplikasi itu ndak boleh di langgar, karena itu adalah hasil dari perumusan solusi berdasarkan domain masalah. klo emang mesti dirubah, seharusnya di analisa lagi domain masalah yang dihadapi. Mungkin domain masalah sudah berkembang (atau pas analisa dulu itu tidak semua masalah diketahui)

Kesalahan tidak boleh lewat diam-diam

Setiap error adalah feddback, seperti halnya saran seorang pembeli bakso ke pembuat bakso, itu adalah kunci dari Kualitas.

Dalam menghadapi ambiguitas, tolak godaan untuk menebak.

Pelajari kembali masalahnya

Harus ada satu - dan sebaiknya hanya satu - cara yang jelas untuk melakukannya.

$obj->beli_bakso_kepasar()  , $obj->beli_bakso_keterminal() :

kenapa ngga gini: $obj->kepasar(); $obj->beli_bakso();
satunya: $obj->keterminal(); $obj->beli_bakso();

Jika implementasi mudah untuk dijelaskan, ini mungkin merupakan ide yang bagus.

Ide bagus, belum tentu ide yang sukses.


Lulusan IT yang Mengecewakan

Januari 22nd, 2010

barusan baca di detik: http://www.detikinet.com/read/2010/01/16/180830/1279897/398/lulusan-ti-banyak-yang-mengecewakan

“IPK (indeks prestasi)-nya tinggi, bagus secara kualifikasi. Tapi saat ditanya hal yang dasar, yang menurut kami mereka mengusainya, mereka tidak bisa. Dan banyak yang seperti ini,” demikian katanya.

Dari hasil analisanya, faktor ini disebabkan mutu lulusan perguruan tinggi yang cenderung instan. Kurikulum yang ada di kampus sering kali tidak mengikuti kebutuhan industri, khususnya untuk bidang TI.

Saya sangat prihatin dengan kondisi seperti ini. Dan masalahnya pastilah tak hanya sebatas kurikulum. Sisi humanity nya juga perlu disentuh untuk memperbaiki yang ada sehingga harapan berbagai pihak bisa terwujud.

Dan mari melihat lebih dekat ke dosen + mahasiswa, Kalo boleh saya sarankan jangan terpaku pada jumlah SKS, jangan terpaku pada ruang kelas, atau lab.

Katanya belajar itu hingga kita menutup mata? jika benar begitu. waktu belajar itu adalah 24×7x365 alias sepanjang kita bernafas.

Dan tak ada gunanya jika Kita belajar, namun tak ada satupun hasil yang di buat. Layanan blog gratis sudah banyak bertebaran, silakan pergunakan untuk mendokumentasikan, baik itu proses maupunhasil yang didapat selama belajar.

Belajar itu pun tak meulu hal-hal serius. mari menikmati belajar dengan cara yang lebih asyik.

let’s learn with a fun way….

—fin


The Zen of Python

Januari 12th, 2010

The Zen of Python, by Tim Peters [1]

Beautiful is better than ugly. Indah lebih baik daripada yang jelek.
Explicit is better than implicit. Eksplisit adalah lebih baik daripada implisit.
Simple is better than complex. Sederhana adalah lebih baik daripada kompleks.
Complex is better than complicated. Kompleks lebih baik daripada rumit.
Flat is better than nested. Flat (datar) lebih baik daripada bersarang.
Sparse is better than dense. Jarang lebih baik daripada padat.
Readability counts. Tingkat keterbacaan itu penting.
Special cases aren’t special enough to break the rules. Kasus khusus tidak cukup istimewa untuk melanggar aturan.
Although practicality beats purity. Meskipun secara praktis mengalahkan kemurnian.
Errors should never pass silently. Kesalahan tidak boleh lewat diam-diam.
Unless explicitly silenced. Kecuali secara eksplisit dibungkam.
In the face of ambiguity, refuse the temptation to guess. Dalam menghadapi ambiguitas, tolak godaan untuk menebak.
There should be one– and preferably only one –obvious way to do it. Harus ada satu - dan sebaiknya hanya satu - cara yang jelas untuk melakukannya.
Although that way may not be obvious at first unless you’re Dutch. Meskipun demikian mungkin tidak jelas pada awalnya kecuali Anda ‘wong Londo’.
Now is better than never. Sekarang adalah lebih baik daripada tidak pernah.
Although never is often better than *right* now. Meskipun ‘tidak pernah’ seringkali lebih baik daripada sekarang.
If the implementation is hard to explain, it’s a bad idea. Jika pelaksanaan sulit untuk dijelaskan, itu ide yang buruk.
If the implementation is easy to explain, it may be a good idea. Jika implementasi mudah untuk dijelaskan, ini mungkin merupakan ide yang bagus.
Namespaces are one honking great idea — let’s do more of those! Namespaces adalah salah satu gagasan besar - mari kita lakukan lebih dari itu!

[1] http://python.about.com/b/2006/11/22/the-zen-of-python.htm


django comment is_public=false

Januari 10th, 2010

Secara default comment pada django akan langsung di tampilkan begitu mekanisme moderasi nya berjalan normal, Nah bagaimana jika hendak menyembunyikan komentar itu hingga seorang admin benar2 membaca dan mengizinkannya?

berikut yang perlu di tambah di CommentModeratornya:

class KontenModerator(CommentModerator):
    email_notification = False
    enable_field = 'enable_comments'
    auto_moderate_field = 'tanggal'

    def moderate(self, comment, content_object, request):
        comment.is_public = False
        return True

Silakan hasilya Anda rasakan sendiri.

***fin


Pemanasan Global (Global Warming)

Januari 10th, 2010

Sudah mengertikah Anda dengan yang di maksud dengan “Pemanasan Global”, atau dalam bahasa inggrisnya “Global Warming”, Jika jawabannya ‘belum’, yuk mari kita sama-sama mencoba menguak apa sih sebenarnya Pemanasan Global dan dampaknya bagi kita, Manusia.

Pemanasan global adalah `naiknya suhu rata-rata permukaan bumi`, Lalu apa masalahnya jika kian hari bumi kita makin panas, kan kita tinggal pasang Pendingin ruangan?  tentu masalahnya tak semudah itu.

Suhu permukaan bumi yang me-manas akan menimbulkan efek domino yang akan sangat berdampak besar pada seluruh kehidupan di bumi. Bukan hanya pada manusia, tapi juga pada kehidupan satwa alias hewan di seluruh dunia.

Sebagai contoh, jika ikan mas koki yang mungkin ada di Aquarium Anda biasa bertelur pada suhu air sekitar 25*C, bagaimana nasibnya jika suhu dunia ini bertambah 1*C ? padahal kita tahu temperatur air saat ikan bertelur akan sangat menentukan lahirnya anak-anak ikan yang baru. Lalu bagaimana nasib ikan-ikan mas koki yang hidup di alam bebas? Sudah dapat dipastikan jumlahnya akan tergerus.

Apakah sampai disitu?  tentu saja tidak. Bagaimana jika mas koki itu makanan utama predator di atasnya, sudah bisa dipastikan jumlah predatornya pun akan mengalami penyunatan serius. Dengan hilangnya sumber makanan, maka kemungkinan hidup predator akan menipis. Nah bagaimana jika predatornya itu manusia?

Contoh lainnya soal tumuhan. Jika Bumi ini semakin panas, maka tentu air yang tergenang di kolam, sungai sampai laut akan cepat menguap. Bagaimana jika peguapan ‘eksra’ ini terjadi di padang rumput yang merupakan sumber makanan dari kambing, sapi dan hewan-hewan herbivora lainnya?  Jika rumput-rumput kehilangan kesempatan untuk menyerap air yang akan lebih cepat menguap, tentu si rumput akan kekeringan dan akhirnya mati. Nah kalo rumput mati, lalu kambing makan apa?

*** tumben hari ini gw bisa nulis bertele-tele ***

Lalu bagaimana bisa Pemanasan Global ini terjadi?

Sejak pertengahan abad ke 20, terjadi penumpukan ‘greenhouse gass’ yang di-bahasa-indonesiakan ‘gas rumah kaca’, sebetulnya saya pribadi agak bingung dengan green=kaca, benarkah begitu. terserah wae lah.

Sejak saat itu bumi kita ini bagaikan sebuah rumah kaca yang besar. Kacanya mana??? kacanya adalah sebuah lapisan gas di atmosfer bumi. Gas ini berperilaku bagaikan sebuah kaca, yang akan memantulkan sebagian cahaya kembali ke bumi. Kenapa cahanya yang bolak balik itu bikin bumi panas? Cahaya itu pada dasarnya panas cuy… coba aja pegang lampu TL/bohlam kalo ngga percaya cahaya itu panas!

Sekarang kita udah sedikit mengerti tentang pemanasan global, Jika ingin terhindar dari bahaya pemanasan global tentu kita harus menumpas penyebabnya yaitu ‘greenhouse gass‘, apa dan bagaimana caranya…? nanti kita sambung lain kali yah…

***fin


Nyari yang Ngga ada

Januari 9th, 2010

Server si sayah kedatangan pengunjung yang nyari sesuatu yang ngga ada:

///scripts/setup.php: 1 Time(s)
//phpMyAdmin//scripts/setup.php: 1 Time(s)
//phpmyadmin//scripts/setup.php: 1 Time(s)
//pma//scripts/setup.php: 1 Time(s)

Maaf ya bos, ane ngga pake phpMyAdmin, langsung di remote pake MySQL Query browser, remote port nya pun dibuka manual klo butuh ajah.

sekali lagi maaf….